Tag Archive | Menikah

Kok ga nikah sih?


Hmmm…… Dulu kalau ditanya seperti itu mboke pasti pusing mencari jawaban.

Bagaimana jawabnya?

*Belum ada yang mau melamar?

*Ga laku? *Masih belum mapan?

*Masih ingin sekolah?

*Ga mau melangkahi kakak karena kakak belum menikah?

Pertanyaan berikutnya atau respon berikutnya yang paling menyusahkan

- Nikah itu enak loh karena….

- Lohkasianntar pas tua, sendirian ga adaanak

- Kalau kawin kan enak, ada yang nemenin,

Nah respon tambahan ini yang bikin sulit berkata-kata….karena memang ada benarnya.

Sayangnya orang yang berkomentar tidak jujur, mereka kadang lupa untuk bilang bahwa dalam penyatuan dua orang itu juga ada masalah dan mungkin masalah yang sama dengan seorang single, atau malah lebih.

Pertanyaan yang sama ditanyakan oleh tetangga depan rumah yang heran melihat mboke tidak kemana-mana di malam minggu, yang menurut dia adalah malamnya bercengkrama. Saat ini jawabnya mudah: saya belum siap. Saya belum siap berbagi. Saya normal tapi saya tidak siap berbagi. Dan saya senang dengan kehidupan yang sekarang.

Oh yah, kadang sedih untuk sendiri tapi yang lebih sedih adalah merasa sendiri dan yang paling menyedihkan adalah merasa sendirian saat berdua (berpasangan) atau ditengah keramaian.

Perempuan tetangga saya masih mengeluarkan berbagai sanggahan mengenai being single. Saya sulit untuk menjelaskan. Akhirnya dengan berat hati saya terpaksa menyetujui pendapat umum: Saya mapan meski tidak kaya. Dan dia pun terdiam.

Pendapat umum yang tidak saya sukai tapi orang lebih suka menerima itu dibandingkan mengerti bahwa hidup tidak selamanya harus berdua.

Bapak-bapak yang dudukbersama saya hariJumat yang lalumemaksa saya untukmenyetujuibahwamenikahadalahuntukberbagisukadukaberduahinggaakhirhayat. Saya menjawab: kitalahirsendiri, membawaperuntungansendiri, meninggalpunsendiri. Tuhan pun menisabmanusiasecarasendiri-sendiri. Bahkan orang tua yang memilikianak 9 pun padaakhirhayatnyabisasendirikarenaanakjauh. Jadimenikahbukankarenainginberduaatauinginada yang mengurus di hari tua.

Menikah karena menjalankan perintah Tuhannya dan jika memang sudah ada takdirnya.

Yep, teach your kids to be self-sufficient, not merely one half of a gender-stereotyped relationship.
I gained so much from the long time I was single. I am not afraid of being single again. This makes being in a relationship an active choice for me, rather something I am forced into by a fear of being alone (SMQ)

Saya setuju dengan pendapat teman saya diatas. Jangan takut untuk sendiri ataupun single. Persiapkan dan bersiaplah kita (dan keturunan kita) untuk self-sufficient

 

Menikah


Bangun pagi-pagi tuh enaknya diawali dengan pergi membuang sisa pencernaan. Kemudian cuci muka dan minum kopi hangat plus cemilan sebelum melanjutkan hari. Pagi yang tidak menyenangkan itu kalau dibangunkan oleh suara ketukan pintu berdentum dan sibakan tirai jendela cuma untuk menceritakan bahwa ada lebah yang masuk kamar mandi.

Pagi yang kurang menyenangkan adalah kalau dibangunkan dengan diskusi panjang tentang jodoh, cinta dan pernikahan.

Kemarin mboke mengunjungi teman yang mengadakan baby shower. Si suami, menepuk bahu dan bilang: I know you… you are the shy girl! dan mboke pun menganga takjub dibilang pemalu. Anyway, itu cuma bumbu cerita, intinya adalah beberapa orang yang takjub dengan kesendirian mboke berinisatif untuk mengenalkan mboke dengan beberapa teman yang terduga potensial.

Pagi ini dimulai dengan: “Gimana kemarin? siapa tau ada jomblo haus elu…”

(Heh? haus gue?). Diplomatis dijawab: “ada yang mau ngenalin tapi santai ajalah. Seusia gue mah ga lagi terlalu ingin untuk menikah”

(Kelemahan mboke adalah bercerita panjang kali lebar)

“Kapan nikahnya? kalau ditawarin tinggal disini kan enak. Dapat suami pula”

(hah????? harga gue dibayar dengan status dan suami???? *ngakak pilu)

“hahahaha (ketawa miris). Seusia mboke mah dah ga ada lagi yang dikejar, dah nyaman dengan diri sendiri. Menikah berarti berbagi emosi. Kalau sudah nyaman dengan diri sendiri kenapa harus menambah beban emosi? Kecuali buat yang muda-muda, silahkan berpetualang berdua”

“FIU ajak nikah? orangnya serius tu”

(FIU adalah my partner now. I am happy being his partner)

“Ngajak nikah ga mau. Kalau dilamar, dipertimbangkan”

(masih keras kepala nih penanya. Ga bisa baca opini gue tentang pernikahan)

“cieeeee…. amin amin (hadeeeeeh). kemarin juga ada perbincangan tentang jodoh dan pernikahan. Mbak X bilang kalau maunya dia yang memilih dan menentukan, suaminya yang menurut. Jadi dia menentukan suami. Mas Y ga setuju gitu”

“Buat gue cinta bukan penjajahan tapi kecocokan. Kalau seorang pria melamar berarti dia merasa cocok dengan mboke tapi mboke belum tentu merasa cocok dengan dia. Jadi, mboke tinggal mempertimbangkan (apakah bersedia berbagi). jadi lebih enak dilamar. Lagipula mboke dah ga merasa harus menikah (lihat jawaban mboke diatas). Jadi kemungkinan kecil mboke minta-minta dilamar. Kalo dah nyaman dengan kesendirian kenapa harus berdua? Kalau ada yang melamar, mboke pertimbangkan. Simple”

“hahaha… cinta dan jodoh. Gue ga mau membahas nanti dianggap menggurui. Iya ga sih?”

(Betul sekali dan anda dari tadi berusaha mengorek hidup gue).

—–

Memiliki pasangan dan mengikat janji dalam pernikahan memang harapan dan impian semua orang, terlepas dari preferensi seksual maupun usia. Siapa sih yang mau hidup sendirian sampai akhir hayat, begitu juga mboke.

Namun sejalan dengan pertambahan usia, sejalan dengan mulai menurunnya fungsi fisiologis, dan juga sejalan dengan kematangan cara berfikir, maka menikah bukan lagi menjadi tuntutan tapi pertimbangan.

Pertanyaan “kapan menikah” tidak layak ditanyakan kepada seseorang, apalagi seusia mboke. Seperti halnya “kapan meninggal” kepastian mengenai jodoh dan menikah bukan ditangan hansip. Ada campur tangan tuhan berperan.

Percakapan via text diakhiri dengan mboke yang tidak memberi balasan. Setidaknya mboke sudah memberikan pikiran mboke dan tidak berharap si hijau mengerti.

Mboke akan selalu menerima pertanyaan yang sama tentang pernikahan dari orang terutama orang yang senegara. Sangat dimengerti. Dan sangat dimengerti juga kalau jawabannya hanya ekspresi muka yang menyebalkan.

Kemana hilangnya cinta?


“we split”

“heh? what do you mean by split?”

” my wife asked me to move out and yeah… we split”

“divorce? you are married, right? how come?”

“well….”

Meluncurlah cerita. Mboke cuma mendengarkan sambil berusaha menangkap kata-kata dalam bahasa Inggris ala New Zealand.

Laki-laki didepan mboke menghela napas.

“Do you still love her?”

“yeaa.. I don’t know… she never trust me, she trust other people more than me. So…”

“where’s the love?”

Pria itu berusaha menjelaskan, kemana hilangnya cinta.

Source: whenintime.com

Cinta datang dan pergi, membawa harapan dan meninggalkan kenangan. Memberikan inspirasi untuk semua lagu dan puisi teromantis di dunia. Menjadikan pria perkasa menjadi takluk, menaklukan wanita dingin menjadi membara.

Tapi kemana perginya hingga memisahkan dua orang yang sudah berjanji untuk bersatu mengarungi semua suka duka, sehat sakit, kaya miskin hingga kematian menjelang?

Mboke masih tidak mengerti dan hanya mendengarkan pria didepan mboke yang sekarang sedang bercerita.

Teringat ketika bertengkar dengan sang mantan

” When you are angry, you only remember my weakness, my wrong doing, my absence. You forget how much I love you, I always beside you whenever and what ever happen. You forget all my kindness and willingness”

Waktu itu mboke masih bersikeras dan menyalahkan.

Saat ini, sambil mendengarkan pria itu bercerita, mboke teringat semua kebaikan sang mantan. Mungkin pria ini dan istrinya sekarang sedang melupakan kebaikan, kasih sayang  masing-masing dan hanya tampak kemarahan dan emosi.

——-

Jam makan siang sudah hampir berakhir.

Pria itu tidak ingin pulang tapi tidak ada yang bisa dilakukan di kampus. Dia bilang akan ke perpustakaan dan menghabiskan waktu disana.

Kami berpisah dan mboke sekarang mengenang sang mantan. Mboke melupakan semua kebaikannya saat marah dan sekarang mngenangnya saat sudah berpisah.

Being grown up is suck!!!! Menjadi dewasa itu menyebalkan!!!!!


Dulu waktu masih pake celana pendek berlarian di tengah hujan, kena jewer ibu karena lantai menjadi kotor, terpaksa harus jinjit untuk membuka pintu, bayangan menjadi orang dewasa itu menyenangkan. Orang dewasa itu boleh pulang malam, boleh pakai lipstik, sepatu berhak tinggi, duduk di restoran tanpa harus kena omel karena tumpah makanan, pergi jauh-jauh tanpa kena omel, bisa pacaran, punya uang sendiri. Pokoknya enak. Kamarnya juga sendiri. Ga harus satu kamar berdua.

Itu dulu

Sekarang mboke sudah berada di masa itu. Menjadi dewasa. Sudah pakai lipstik kalo ada undangan atau lip balm di hari biasa, jalan jauh-jauh tanpa kena omel bahkan kadang bertahun-tahun ga pulang pun ga kena omel, makan di restoran sesuka hati asal mampu bayar. Hanya sepatu berhak tinggi yang tidak mboke pakai karena tapak kaki yang mungil suka keseleo kalau memakai sepatu lebih dari 5 cm.

Enak?

Enggaaaaaaaaa…………!!!!!!!!!!!!

Menjadi orang dewasa itu menyebalkan!!!!

Terutama ketika harus mengambil keputusan. Ini adalah keistimewaan orang dewasa: mengambil keputusan. Butuh pemikiran yang keras karena ketika salah mengambil keputusan, ga ada orang lain yang harus disalahkan kecuali diri sendiri. Sialnya, keputusan ini kadang menyangkut masa depan dan atau orang banyak. Seperti ketika si dia meminta kembali. Apakah harus diterima dengan segala konsekuensi sifat dia yang bikin kemarin putus atau menolaknya dan sendirian sampai ada orang yang tepat? Pusing karena harus mempertimbangkan logika dan rasa. Anak-anak mana pernah begitu. Mereka mungkin mengambil keputusan tapi tidak perlu pertimbangan terlalu dalam.

Akibat pengambilan keputusan ada efek samping: tanggung jawab! Orang dewasa harus bertanggung jawab dengan segala pilihannya dan itu menyebalkan! aaaarrrrrrrggggggggggggghhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!

Saat menyebalkan lainnya adalah orang dewasa harus bekerja keras untuk mendapatkan uang. Capek sekali rasanya tapi kalau tidak dilakukan bisa-bisa ga makan di restoran, beli sepatu, jalan jauh-jauh. Walhasil 6×12 jam dipakai buat bekerja. Berangkat pagi pulang sore dengan mata merah akibat kelamaan di laptop. Belum lagi harus jalan 7 blok sebelum sampai rumah dengan ransel besar di punggung, laptop di tangan kanan dan tangan kiri masuk ke dalam jaket akibat kedinginan di tengah musim gugur. Sampai kamar makanan hangat tidak ada, harus mandi untuk menyegarkan badan dan harus meluangkan 3 jam lagi waktu untuk mengevaluasi pekerjaan hari ini. Badan terasa remuk, mata terasa berat dan kasur menjadi setan yang merayu untuk ditiduri.

Orang dewasa harus berpura-pura baik. Haduuuuuh…. kadang capek untuk berbasa basi. Tapi itu harus dilakukan karena mood yang buruk tidak boleh mempengaruhi perilaku sosial ke orang lain. Walhasil, sambil menahan geram karena nilai yang buruk, senyum tetap mengembang ketika berkumpul dengan teman.

Oh ya… punya pacar itu kelebihan orang dewasa. Meski anak-anak jaman sekarang sudah berani bilang pacaran tapi pacaran orang dewasa itu lebih… gimana ya… hmmm… lebih… maknyus kali ya… tapi sialnya sakit hati, kesal dan marahnya pun lebih maknyus.  Oke lah soal saling menyesuaikan diri tapi saat kita yang lebih berusaha keras dibandingkan pacar yang kayaknya cuek, sepertinya makan hati lebih banyak dari pacaran anak-anak.

Siapa bilang punya uang itu enak. Emang sih penghasilan orang dewasa lebih banyak dari anak-anak. Tapi sewaktu menjadi tanggungan orang tua, anak tinggal menadahkan tangan dengan berbagai alasan agar dapat uang. Atau bekerja untuk mengambil hati agar dapat uang, meski jumlahnya tak sebesar uang yang dihasilkan orang dewasa, tapi ga terlalu pusing. Beda dengan orang dewasa yang harus bekerja dan mendapatkan uang yang berkali lipat dari waktu kecil. Masalahnya pengeluaran pun menjadi lebih besar dan bikin pusing!

Penampilan yang dulu dibayangkan semasa kecil ternyata tidak mudah. Untuk bisa mengoleskan lipstik di bibir tebal ini harus ada tehnik tertentu, belum lagi pemilihan warna. Ga cuma masalah bibir, perawatan muka, kulit, bau badan, bau kaki, jerawat, kulit terlalu berminyak, kulit terlalu kering, rambut terlalu lepek, rambut terlalu megar, alis yang naik sebelah, mata yang terlalu belo. Haduuuuuh…. bikin harus sering-sering keluar masuk toko kosmetik, baca majalah, bertanya pada salon dengan hasil yang tidak memuaskan.

Apalagi kalau masih single. Makin susah derita hidup. Yang bertanya kapan nikah, yang bertanya kenapa ga laku, yang menuduh pilih-pilih pasangan. Sudah punya pasangan ditanya kapan nikah, yang sudah nikah ditanya kapan punya anak, yang sudah punya anak ditanya kapan punya cucu. Untung aja belum ada yang kurang ajar bertanya kapan mati. Permainan anak-anak rumah tangga-rumah tanggaan dan nikah-nikahan tiba-tiba menjadi masalah saat dewasa *sigh.

Jadi dewasa? bertambah tua! keriput di sudut mata, garis ketawa, garis leher, pinggang berlemak. Berbagai krim penghambat keriput mulai dicari, berbagai alat penghancur lemak mulai diminati. Haduuuuh….

Jadi dewasa? menyenangkan?

It is suck being grown up!

40. Aku Cemburu


Jealousy look at me now… jealousy you got me somehow… You gave me no warning.. took them by surprise… (Queen, Jealousy).

Nah itu lagu lagi tergiang-giang ditelinga. Ceritanya karena terpuruk dan menangis termehek-mehek setelah usaha bertahun-tahun hilang dan menikmati keterpurukan selama hampir setahun. Menikmati keterpurukan tuh enak, ada alasan buat tidur melulu dan makan melulu. Ga enaknya muka jadi berminyak, mata berkantung, hidup gelisah, ga bisa ketemu matahari, makin gendut dan bikin kasur jadi dekok karena kebanyakan didudukin.

Sambil berbaring menatap nanar telivisi yang menunjukan orang sedang bernyanyi gembira, airmata mulai menetes lagi. Saat mereka mencari uang dengan gembira untuk hidup, mboke menghabiskan uang dengan keterpurukan. Mereka cantik, mereka muda, mereka tertawa dan yang paling menyakitkan mereka itu hidup! berbeda dengan sosok manusia di atas kasur yang semakin kuyu dan semakin menua, tenggelam dalam kegagalan.

Tiba-tiba mboke merasa cemburu dan iri. Iri akan kemudaan mereka dan cemburu akan keberhasilan mereka. Mboke tertatih-tatih mencapai apa yang diinginkan dan setelah digenggam terlepas begitu saja karena kebodohon dan ketololan dan membiarkan 1 orang merusak hidup saya.

Saya iri kepada perempuan yang dianugrahi wajah cantik dan tubuh sempurna. Mereka mendapat kemudahan untuk mencapai sesuatu, meski tidak dapat diabaikan mereka juga berusaha sama kerasnya dengan mboke tapi anugrah tuhan memberikan sedikit kemudahan. Ga dipungkiri bahwa orang menyukai sesuatu yang indah, dan untuk itu ga sulit untuk memberikan sang pembawa keindahan kemudahan. Si buruk rupa, sudah buruk. Berkeringat sedikit, ga apa.

Diskriminasi? memang. tapi itu fakta. Karenanya Korea Selatan yang memuja kecantikan ragawi, berani melakukan operasi dan memberikan hadiah operasi plastik untuk anak-anaknya.

Selain kecemburuan akan keindahan fisik, mboke juga iri akan keberuntungan.

Beberapa orang yang mboke kenal, mendapat anugrah keberuntungan: menemukan jodoh lebih cepat, menikah dan mempunyai keturunan. Sedangkan mboke masih tersaruk untuk mencari pasangan hidup. Saat teman-teman mendapat panggilan sekolah, sedang mboke hanya melihat dan berusaha memberi semangat, hati rasa teriris melihat saya masih tertinggal. Memperjuangkan seorang teman yang melanggar aturan dan melihat dia dilindungi. Saat dia kembali, hanya untuk bilang: I’m quit. Sedih melihat perjuangan mereka diakhiri dengan perginya orang yang diperjuangkan. Iri mboke melihat dia yang terlindungi dan melemparkan orang yang melindunginya. Mboke harus menerima dengan senyum (dan kadang amarah yang tersembunyi) saat orang-orang menyindir dan menyinggung mengomentari ketidakberuntungan mboke.

Saya iri, saya cemburu. Saya menangis dan terluka.

Tapi saya tidak bisa menuntut Tuhan karena itu.

Saya hanya dan harus bisa mengembangkan hal lain selain kecantikan dan keberuntungan agar hidup saya aman di hari tua. Meski untuk itu saya harus terpuruk dan tertatih.

37. Buat perempuan, gadis, wanita, female


Latar belakangnya adalah cerita seorang teman yang kawannya hamil setelah berhubungan selayaknya suami istri dengan pacarnya. Sang pacar tidak bersedia menafkahi karena masih merasa belum mampu untuk berumah tangga tapi mau berusaha untuk mencari biaya hidup buat si jabang bayi. Asal tidak menikah. Sang wanita sampai sekarang masih bungkam dengan keluarganya mengenai kehamilannya dan hubungannya dengan sang pacar. Teman-teman berusaha mencari si pacar tapi si wanita masih melindungi lelaki yang telah menghamilinya.

Saat masa remaja adalah saat melakukan eksplorasi dan mulai terjadi ketertarikan terhadap lawan jenis. Ditambah dengan akses informasi yang tidak tersaring, mudahnya mendapat konten pornografi dan pemahaman sekual yang kurang atau salah membuat praktek pergaulan bebas menjadi lebih bebas. Tidak dipungkiri bahwa pemahaman tentang seksual sudah didapat saat anak-anak mencapai masa remaja. Di perkampungan pernikahan dibawah umur umum terjadi. Begitu juga dengan perceraian dan poligami.

Kita tidak bisa menentang kemajuan tehnologi yang memang, mau ga mau dan memang faktanya menunjukan membawa dampak negatif selain dampak kebaikan.  Namun kita bisa meminimalisir efek buruknya termasuk dalam hubungan pria dan wanita. Di negara yang masih memandang wanita yang tidak perawan dan hamil diluar nikah itu rendah, kehati-hatian menjaga kehormatan yang diwakili oleh selaput dara memang diperlukan. Begitu perempuan ketahuan tidak lagi perawan dan apalagi hamil di luar nikah maka nilainya akan jatuh. Tiba-tiba kedudukannya dalan masyarakat menjadi lebih ga bernilai. Meski sebenarnya hilangnya keperawan dan penyebab hamilnya si gadis adalah pria yang menginginkan perawan di kamar pada saat malam pertama pernikahannya. Keegoisan pria.

Mau ga mau perempuan pun harus bisa mengerti keadaan ini. Jagalah satu-satunya barang berharga. Jika memang ingin melakukannya, lakukan bukan dengan alasan mencoba. Karena kehilangan virginitas bukanlah sesuatu yang bisa diulang. Lakukanlah dengan sayang, bukan dengan nafsu. Berhati-hatilah meski sang pria merayu sedemikian rupa sehingga merasa diawang-awang. Jangan ragu untuk menolak dan jika dipaksa, kita wanita bisa melaporkan ke polisi atas dasar kekerasan seksual.

Pergunakan logika karena seringkali perasaan sayang membutakan mata. Lebih baik melakukan hubungan seksual setelah menikah karena berarti pria itu bertanggung jawab dan jika terjadi kehamilan tidak ada penyesalan. Jika memang harus terjadi hubungan seksual sebelum menikah dan hamil, jangan menggugurkan kandungan karena bayi yang tejadi akibat hubungan itu tidak bersalah. Bertanggungjawablah meski sang pria kabur. Saat melakukannya, anda bersedia. Bersedia pula lah menanggung akibatnya. Dan Wanita adalah orang yang paling menanggung akibatnya.

Buat perempuan, wanita, gadis, female: Pikirkan baik-baik saat ingin melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Begitu hal itu terjadi, begitu pertama kali anda melakukannya, bersiaplah untuk menanggung akibatnya. Dan Perempuan yang paling menanggung akibatnya. Jangan lupakan juga untuk praktek seksual yang aman: menikah atau gunakan alat kontrasepsi.

Kapan nikah? Geram..geram..geram


Buseeet… mboke ngamuk…. udah beberapa hari ini pertanyaan yang muncul via media sosial mboke adalah kapan nikah. Gara-gara seorang teman mulai pdkt, seorang teman bertunangan dan tiba-tiba saya pun diseret untuk kapan menikah.

Geram.. geram..geram….

Kebanyakan orang pasti ingin menikah, berbagi suka duka hidup, memiliki keturunan untuk memperpanjang dinasti. Sayangnya ga semua orang diberkahi jalan yang mudah untuk mendapatkan pasangan hidup.

Paling sering komentar yang keluar seperti dibawah ini: (menyebalkan sekali)

  1. Lo ga berusaha keras (buat mendapatkan pasangan). Hey! lo harus tahu seberapa keras saya sudah berusaha, dengan cara yang masuk diakal dan sesuai norma tentunya. Satu-satunya yang belum saya coba adalah menodongkan senjata ke kepala pria dan memintanya untuk menjadi pasangan saya.
  2. Dandan dong…. Buset. Kalo untuk mendapatkan pasangan saya harus berias tebal, dia akan terkejut melihat saya saat bangun tidur dan tidak ada riasan. Orang yang bilang ini ke saya pasti melihat saya tidak menggunakan apapun. Well, saya berias namun menggunakan warna natural dan hanya untuk kesehatan. Saya lebih suka natural dan saya percaya diri.
  3. Keluar rumah dooongngumpet aja sih! Well, ga semua single itu pemalu sehingga tidak gaul. Saya punya hidup aktif dan berteman.
  4. Kamu sih terlalu pemilih. untuk orang yang bicara ini kepada saya, saya memberi hadiah celetukan judes: hari geeeneee, ga milih??? dapet yang letoy baru tau. Logis toh kalau kita memilih yang sesuai dengan pilihan hati.
  5. jangan judes, jangan songong, jangan..jangan…! Well, ini gue. gue berusaha jadi manusia baik dan gue ga bisa memanipulasi diri. So kalo gue harus pura-pura supaya menndapatkan pasangan, sampai kapan gue bertahan untuk berpura-pura?

“If you’re not happy single, you won’t be happy taken. Happiness comes from within, not from men.” (The Simply Luxurious Life)

Ya, saya tidak memilih untuk menjadi single, saya ingin mempunyai seseorang yang bisa berbagi hidup. Tapi saya tidak takut untuk sendiri kalau memang tidak ada seseorang yang bisa berbagi hidup dengan saya. Karena berpasangan bukan cuma melegalkan hasrat tapi menautkan hati.

Geram…

So, untuk yang merasa perlu mengurus orang yang masih single, lain kali jangan hanya bicara untuk menyalahkan si single. Kenapa engga bantu atau memberikan kalimat konstruktif yang lebih menenangkan.

I am single but it doesn’t mean I give you a right to interfere with my life!

pengen tau, ada ga ya yang senasib atau punya komentar lain… hmmm….

Sumber:

  1. http://www.thesimplyluxuriouslife.com/2011/05/why-not-be-confident-single-woman.html
  2. www.yourtango.com/200914986/5-things-single-women-hate-hear